Mamuju, Sulbar, 30/6/2018.
Ketua Umum ADKASI (Asosiasi DPRD Kabupaten se-Indonesia), Lukman Said, menyerukan kepada Pimpinan & Anggota DPRD Kabupaten se Indonesia untuk mendukung pelaksanaan Rembuk Nasional 50.000 Aktivis 98 di Jakarta yang digelar 07 Juli 2018.
“Kawan-kawan 98 yang berdarah-darah 20 tahun lalu, termasuk kami di Palu, semua Kampus bergerak kala itu desak Orde Baru turun dari Takhta nya setelah berkuasa 32 tahun lebih, maka wajar dong kita punya beban SEJARAH untuk menuntaskan agenda-agenda reformasi”, demikian antara lain uraian Ketum Lukman Said di pertemuan PENA’98 Sulteng saat Rapat tanggal 9 Juni 2018 di Ruang Baruga DPRD Provinsi Sulteng, Palu, bahas persiapan Rembuk Nasional 7 Juli 2018.
Seperti diketahui, 1.600an Aktivis 98 yang berkumpul di Jakarta saat Buka Bersama 29 Mei 2018, memutuskan untuk gelar perlawanan terbuka terhadap intoleransi, radikalisme & terorisme yang dinilainya telah khuatirkan persatuan Bangsa.
Dalam Surat Resminya bernomor 104/DPN/ADKASI/VI/2018, DPN-ADKASI instruksikan kepada seluruh Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten se Indonesia untuk tegas melawan TERORISME yang nyata mengancam sendi-sendi keutuhan Bangsa.
Surat tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Lukman Said dan Sekretaris Umum Agus Solichin.
Diwawancarai terpisah, Presidium Nasional PENA’98 Sulawesi Tengah, Yahdi Basma, mengiyakan soal sikap ADKASI tersebut yang memang disampaikan langsung Ketum nya dalam Rapat di Palu 9 Juni yang lalu. Sebagai salah satu Steering Commitee Rembuk Nasional 50.000 Aktivis 98, Yahdi juga menyampaikan bahwa saat ini, Panitia telah menerima Pendaftar sejumlah 8.231 orang via Online di website Aktivis 98, dan lebih50.000 Pendaftaran Manual di berbagai Posko Panitia di seluruh Indonesia.
Dipastikan, Presiden Joko Widodo hadiri acara Rembuk Nasional dimaksud, sebagaimana Rilis Panitia sebelumnya saat Panitia rapat bersama dengan Presiden tanggal 26 Juni 2018 di Istana Negara.
*LUKMAN SAID*
Ketua Umum DPN ADKASI
WA 0822-9307-1523










