TUHAN ADALAH KEKUATANKU

0
1747

Oleh: Pdt. Dr. Anna Pangaribuan Ch. Vera Pangaribuan

 

Selamat malam untuk kita semua, kiranya kasih karunia dari Yesus Kristus menyertai kehidupankita sekalian.

Mazmur 28 : 7a, TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya.

 

Didalam dunia perpolitikan tentu kita kenal dengan istilah tidak ada teman yang abadi dan tidak ada lawan yang abadi, yang ada hanyalah kepentingan yang abadi. Hidup ini selalu bersentuhan dengan teman dah musuh, masing-masing kita mempunyai teman dan musuh. Suatu saat teman kita bisa menjadi musuh karena kepentingan, dan musuh kita boleh menjadi teman karena kepentingan. Kekuatan itu terbangun atas dasar kepentingan yang sementara. Melalui realitas itu, kita mengalami krisis kepercayaan kepada sesama teman dan krisis keyakinan akan apa yang telah direncanakan oleh Allah atas hidup kita. Dalam setiap kompetensi di dalam hidup ini kita mengetahui kemampuan kita dan boleh melihat peluang untuk meraih kesempatan itu. Diatas semuanya itu tentu ada satu yang kita yakini untuk menolong kita memperoleh keberhasilan yaitu Tuhan.

Di dalam kitab mazmur 28 ini mengingatkan kita akan peristiwa yang dialami oleh pemazmur untuk menjalani hidupnya. Pemazmur mengalami tekanan dimasa peperangan yang terjadi. Kelompok umat Allah atau pemazmur adalah kelompok yang kecil, tentu secara jumlah mereka sudah jelas kalah. Tetapi karena kepercayaan mereka kepada Allah membuat mereka lebih yakin dan pasrah untuk dibimbing oleh Allah. Pernyataan mereka ini jelas dikatakan: TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya. Kekuatan dan perisai adalah satu kesatuan yang digunakan untuk berperang melawan musuh. Kekuatan dan perisai diyakini berasal dari Allah. Kekuatan untuk melumpuhkan musuh dan mengalahkan musuh, sedangkan perisai untuk menahan dan menangkis serangan dari musuh. inilah yang dibangun oleh pemazmur sebagai keyakinannya kepada Allah. Ketika hati sudah penuh percaya kepada Allah hidup kita akan semakin tenang dan nyaman.

Saudaraku kekasih, hampir setiap hari kita melawan dosa. Dosa yang kita perbuat dan dosa dari luar diri kita. Apakah yang kita lakukan untuk melawan dosa itu ? Siapa yang kita andalakan untuk menolong kita ? Tentu hanya ada satu keyakinan kita yaitu kita akan meminta pertolongan dari Tuhan. Tuhan akan menunjukkan kepada kita bagaimana menghadapi dosa dan mengalahkan dosa. Namun disamping itu, apakah kita selalu sadar akan perbuatan dosa kita dan dosa diluar diri kita? Sebab dosa mampu membuat kita terlena. Keraguan saat ini adalah kita mulai tidak mampu membedakan dosa dengan perbuatan baik dan yang berkenan dihadapan Allah. Tetapi ingatlah bahwa Allah akan selalu menyertai kita yang menjadikan Allah sebagai penolong dan perisai untuk memberantas dosa. oleh karena itu, peperangan saat lebih konteks melawan keinginan daging dan mengalahkan kejahatan dengan iman percaya kepada Allah. amin

HAPPY WEEKEND

Selamat beraktivitas untuk kita semua
Salam Marturia
Pdt. Dr. Anna Pangaribuan Ch. Vera Pangaribuan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here