Oleh: Stefanus Widananta
Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman.
Yohanes 16;8
Pada waktu Adam dan Hawa berbuat dosa, memakan buah yang dilarang Tuhan untuk dimakan, mereka menjadi takut, malu sehingga mereka bersembunyi.
Demikian juga kita, ketika pertama kali kita berbuat dosa, biasanya kita menjadi takut, gemetar, tidak tenang, namun semakin sering kita berbuat dosa yang sama, perasaan itu semakin berkurang dan sesungguhnya kita dalam keadaan yang sangat berbahaya.
Namun syukur kepada Tuhan, ketika Adam dan Hawa berbuat dosa, Allah datang menghampiri mereka, Allah mencari mereka
Demikian juga ketika kita berbuat dosa, Tuhan menghampiri kita, selama kita menyadari dosa kita, kita mempunyai kesempatan dan kemungkinan berbalik arah melalui pertobatan.
Namun, jika hati nurani kita mati, tidak bekerja lagi, bahkan telah menjadi sumber kejahatan dan jika kita tidak memiliki penyesalan, bagaimana mungkin kita bertobat?
Yohanes menuliskan bahwa salah satu peran Roh Kudus yang diberikan kepada manusia adalah menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman.
Tugas Roh Kudus yang pertama adalah membuat manusia menyadari perbuatan dosa atau kesalahannya
Dalam buku, “Roh Kudus memperbarui hidup kita”, dikatakan bahwa hal Ini merupakan titik awal yang penting apabila manusia rindu mendapatkan keselamatan, yaitu menyadari bahwa ia berdosa
Tugas Roh Kudus yang kedua adalah memberi kesadaran pada manusia akan apa yang benar dan apa yang seharusnya dilakukan.
Apabila manusia hanya tahu tentang dosa, tetapi tidak tahu apa yang harus dikakukan kemudian, ia akan menderita karena terus menerus dikejar perasaan berdosa.
Dengan mengetahui apa yang benar, Roh Kudus memberi pengertian bahwa kita telah berbuat dosa dan menunjukkan apa yang seharusnya kita lakukan.
Bersyukurlah bila kita menyadari dosa kita, menginsafi, ada pengharapan, ada pengampunan dan keselamatan yang diberikan Tuhan kepada kita.
Tuhan Yesus memberkati.








