HAMBA YANG TUNDUK KEPADA TUANNYA. 

0
1098

 

 

 

Oleh: Pdt Martunas P. Manullang.

 

Selamat siang dan salam damai sejahtera bagi kita semua.

 

 

Inilah inti pesan ayat renungan hari ini, yang tdrtulis pada 1 Petrus 2:18: “Hai kamu, hamba-hamba, tunduklah dengan penuh ketakutan kepada tuanmu, bukan saja kepada yang baik dan peramah, tetapi juga kepada yang bengis”.

 

Mengapa?

 

Pada waktu itu yelah menyebar dan menyentuh semua lapisan masyarakat, termasuk para budak.

 

Kenyataan yang ada, hak sebagai budak sering diabaikan para tuan.

 

Bahkan para budak sering mendapat perlakuannyang tidak manusiawi dari tuan atau majikannya.

 

Terlebih, bila budak itu adalah orang beragama Kristen. Mereka sering mendapat perlakuan yang lebih kejam, seolah menimbulkan kesan, menjadi Kristen itu adalah suatu kesalahan.

 

Bagaimana pun, akibat perlakuan ini, para budak, khususnya orang Kristen menderita karena imannya.

 

Untuk itulah, rasul Petrus menyampaikan nasihatnya ini, agar mereka tetap tabah dan sabar jika harus menerima perlakuan yg sedemikian tidak adil, dan mereka tetap di dalam imannya.

 

Caranya?

 

a. Tetap tunduk dan taat kepada majikan (tuan) yang kejam (ay.18). Karena jika mereka menderita oleh imannya, itu adalah kehendak Allah, dan Allah dalam kasih karunia-Nya akan melindungi mereka.

 

b. Pada saat mengalami tekanan atau penindasan dari majikan atau tuannya, agar mereka mengingat penderitaan Kristus dan meneladaninya (ay.20-21).

 

Kristus sendiri rela menerima perlakuan yang tidak adil bahkan sampai dihukum mati. Ia tidak membalas, tetapi melalui penderitaan-Nya itulah Dia menyelamatkan kita manusia berdosa.

 

Dengan kata lain, jika kita  memiliki motivasi yang sama dengan Kristus, rela diperlakukan tidak adil oleh majikan, tanpa melakukan pembalasan, di sanalah para majikan atau tuan kita itu akan mengenal kasih dan keselamatan dari Tuhan.

 

Apa hikmat yang boleh kita peroleh dari ayat renungan ini?

 

Pertama, kita, sebagai orang Kristen dan warga negara, dalam kapaditas sebagai pekerja atau pun karyawan, agar tetap bersikap dan bertindak baik, di mana pun kita bekerja, agar nama Tuhan dimuliakan.

 

Kedua, agar tetap mengikuti teladan Tuhan Yesus dalam segala hal. Itu berarti, kita sebagai orang Kristen tidak boleh larut karena terpengaruh situasi. Termasuk, saat mendapat perlakuan yang tidak adil dari siapa pun.

 

Kita, janganlah memikirkan pembalasan, melainkan senantiasa terbuka untuk menawarkan pengampunan dan serentak dengan itu tergerak atau termotivasi untuk tetap melakukan kebaikan dan kebajikan.

 

Ini adalah sebagai bukti bahwa kita melakukan penundukan diri yang sungguh. Itulah “hamba yang tunduk pada tuannya”.

 

Selamat beraktivitas di hari ini. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

 

Pdt Martunas P. Manullang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here