JADILAH FLEKSIBEL

0
787

 

BACA : 2 Korintus 4:8-18

Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa. (2 Korintus 4:8-9)

RENUNGAN INSPIRASI
Ada satu pelajaran penting yang bisa kita pelajari dari pohon bambu.
Batang bambu sangat lentur dan elastis. Sekalipun diombang-ambingkan oleh
tiupan angin ke segala arah, namun batang bambu dapat dengan luwes menahannya.
Batang bambu sifatnya lentur sehingga bisa melekuk atau melengkung. Jika kita
perhatikan, jarang ada bambu yang patah sekalipun telah diterpa badai dan
topan, sebab sifatnya yang lentur membuatnya bertahan. Sekalipun lengkungannya hingga 60 derajat, pohon bambu akan kembali berdiri tegak setelah angin badai
berlalu.

Fleksibel juga berarti kelenturan (menurut KBBI). Orang fleksibel
adalah orang yang sanggup menerima tantangan dan pergumulan, namun ia tidak
mudah patah karena sifat lentur dalam hatinya. Di Alkitab, kita bisa menjumpai
banyak tokoh yang memiliki ketahanan iman yang luar biasa. Salah satunya adalah
Rasul Paulus. Sekalipun ia ditindas, namun tidak terjepit; ia habis akal namun
tidak putus asa; dianiaya namun tidak merasa ditinggalkan sendirian;
dihempaskan namun tidak binasa (2 Korintus 4:8-9). Imannya teruji sama seperti batang bambu yang tidak patah meski di hantam angin yang besar. Paulus dapat melakukan semuanya karena ia meletakkan kekuatannya kepada Allah, sehingga ia dapat fleksibel (memiliki kelenturan) dalam menghadapi berbagai kesulitan.

Kebenaran ini mengajarkan kita untuk meletakkan kekuatan hidup kita kepada
Allah yang penuh kuasa, karena kita hanya bejana tanah liat yang mudah pecah (2
Korintus 4:7). Kita membutuhkan kelenturan rohani untuk menghadapi berbagai tekanan dan himpitan hidup, dan hal itu hanya kita dapatkan jika hidup kita
melekat dan bergantung sepenuhnya kepada Kristus. Kita lemah dan rapuh, namun bersama Kristus kita fleksibel dan kuat. (EK)

REFLEKSI DIRI
1. Apa yang membuat Anda dapat bersikap fleksibel dalam menyikapi perubahan yang terjadi?
2. Bagaimana cara Anda bersikap fleksibel saat menghadapi kesulitan dan tantangan?

D O A
Bapa di Sorga, aku mau menjadi pribadi yang fleksibel sehingga dapat mengatasi berbagai tekanan dalam hidupku. Tolong berikan aku hati yang mudah dibentuk. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.

YANG HARUS DILAKUKAN
Ikutilah arus perubahan dari Tuhan dengan lentur dan jadilah seperti apa yang Tuhan mau agar Anda dapat merasakan manfaatnya.

HIKMAT HARI INI
Untuk mengetahui iman kita kokoh atau tidak maka haruslah diuji dengan badai persoalan yang besar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here